Kamis, 17 April 2014

TUGAS VII, ENERGI PANAS BUMI ( GEOTHERMAL)

ENERGI PANAS BUMI
(GEOTHERMAL)

Inti bumi memiliki suhu sekitar 5.500O celcius , tingginya suhu inti bumi memungkinkan suhu udara disekitar permukaan bumi tetap hangat dan suhu di bawah pwrmukaan bumi tetap konstan.. Panas yang dihasilkan oleh bumi ini dimanfaatkan sebagai energy yang dikenal dengan Energi GeoThermal.

Energy Geothermal ini relative baru penggunaannya dibandingkan dengan energy yang menggunakan bahan bakar fosil.  

Di beberapa tempat  panas yang dihasilkan dari sumber geothermal digunakan untuk memenuhi kebutuhan air panas, menghangatkan rumah kaca dan mencairkan salju jalanan ketika musim dingin tiba bahkan energy ini dimanfaatkan untuk menghangatkan gedung pada musim dingin dan mendinginkan gedung di musim panas.

Pemanfaatan panas bumi sebagai energy dapat  langsung dengan  menyalurkan uap panas melalui pipa atau menggunakan teknologi lain dengan menggunakan uap panas  menjadi pembangkit tenaga listrik.

Proses Panas Bumi Digunakan Sebagai Pembangkit Listrik

Pembangkit Listrik tenaga geothermal menggunakan sumur dengan kedalaman sampai 1.5 KM atau lebih untuk mencapai cadangan panas bumi yang sangat panas. Beberapa pembangkit listrik  ini menggunakan panas dari cadangan untuk secara langsung dialirkan guna menggerakan turbin. Yang lainnya memompa air panas bertekanan tinggi ke dalam tangki bertekanan rendah. Hal ini menyebabkan "kilatan panas" yang digunakan untuk menjalankan generator turbin. Pembangkit listrik paling baru menggunakan air panas dari tanah untuk memanaskan cairan lain, seperti isobutene, yang dipanaskan pada temperatur rendah yang lebih rendah dari air. Ketika cairan ini menguap dan mengembang, maka cairan ini akan menggerakan turbin generator.

Skema Diagram Energi Geotharmal, PERTAMINA


Sumber www. pge. Pertamina.com

Keuntungan Mengunakan Energy Panas Bumi (GeoThermal)
  • Energi geothermal adalah energy ramah lingkungan, CO2 yang hasilkan sedikitdibandingkan dengan COyang dihasilan oleh pembakaran bahan bakar yang berasal dari fosil. Sehingga tidak akan berpengaruh pada pemanasan global
  • Dengan menggunakan energy geothermal, lingkungan hutan sekitarnya dapat terjaga dengan baik, untuk menjaga keseimbangan sistem panas bumi diperlukan perlindungan hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan.
  • Energi ini pasokannya jangka panjang dalam arti tidak akan habis terbuktikehandalan pasokan (security of supply) tenaga listrik panas bumi terbukti dapat dipertahankan dalam jangka panjang (bisa lebih dari 30 tahun).
  • Energi geothermal dapat menghasilkan tenaga listrik sampai 90 % dibandingkan dengan tenaga listrik yang menggunakan bahan bakar fosil dan penggunaannya dapat mengurangi ketergantungan  pada bahan bakar fosil yang cadangannya semakin menurun
  • Energi geothermal tidak terpengaruh oleh perubahan iklim seperti energy listrik yang dibangkitkan dengan menggunakan air
  • Penyaluran energy geothermal dengan menggunakan pipa juga mengurai biaya beban transportasi.

         Penggunaan Energi GeoThermal , PERTAMINA

Sumber www. pge. Pertamina.com

Energy Geothermal di Indonesia
Indonesia mempunyai cadangan potensi panas bumi  40 % dari seluruh potensi panas dunia, tersebar di 251 lokasi pada 26 propinsi
Potensi energi panas bumi di Indonesia mencakup 40% potensi panas bumi dunia, tersebar  2999 titik di 251 lokasi pada 26 propinsi dengan total potensi energi 27.140 MW mendekati 28 GWatt atau setara 219 Milyar ekuivalen Barrel minyak.
Kapasitas terpasang saat ini 1.194 Mega Watt sampai 1.341 Megawatt  atau 4% dari seluruh potensi yang ada. Dengan fakta tersebut menjadi tantangan dan sumber energy alternative bagi Negara kita yang selama ini terlalu bergantung pada energy yang  yang dihasilkan bahan bakar fosil dan sumber energy tenaga air .

Dari data yang diambil dari tulisan Ferial di http://www.ebtke.esdm.go.id.
Dengan potensi sumber daya yang besar, didukung dengan kelebihan dan manfaat yang dimiliki, panas bumi merupakan peluang bisnis yang menjanjikan bagi para pelaku usaha mengingat pertumbuhan kebutuhan listrik  nasional yang semakin meningkat yaitu 9,2 persen per tahun, ditambah dalam program percepatan pembangunan pembangkit listrik tahap kedua dimana panas bumi ditargetkan bisa diekmbangkan hingga 4.925 MW atau setara dengan 49 persen sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres)  No. 4 Tahun 2010 dan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 01 tahun 2012 tentang Kebijakan Energi Nasional  (KEN) menargetkan pembangkit listrik tenaga panas bumi pada tahun 2025 akan mencapai 9.500 MW, belum lagi tingginya harga energi fosil di pasaran dunia sedangkan cadangan semakin menipis dan juga semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya menggunakan energi yang bersih dan ramah lingkungan.

Sumber:
1.    Anonim , www. pge. Pertamina.com, di akses Jum’at 18 April 2014.
2.   Anonim,  www.greenpeace.org, diakses Jum’at 18 april 2014
3.   Ferial, www.ebtke.esdm.go.id, tulisan dipublikasikan Senin, 18 Maret 2013, diakses Jum’at 18 April 2014.


 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar