BIOTEKNOLOGI III
NANGKADAK
TRANSGENIK LOKAL
www.twmekarsari.blogspot.com
Pada
artikel sebelumnya di Bioteknologi I dan II dibahas tentang Bioteknologi,
pengertian, manfaat dan dampaknya.Tidak semua produk bioteknologi itu merugikan
dan produk dari luar negeri. Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis
memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, baik hewan maupun tumbuhan. Salah
satu yang membanggakan adalah karya anak bangsa yang berhasil menemukan
varietas baru hasil dari buah lokal
Nangka dan Campedak yang diberi nama Nangkadak dengan memanfaatkan
bioteknologi, rekayasa genetika.
www.twmekarsari.blogspot.com
Buah nangka mini dan buah cempedak merupakan 2 jenis spesies tanaman buah yang berbeda namun sama-sama berasal dari FamiliMoraceae. Persilangan kedua spesies ini menghasilkan satu jenis tanaman buah baru yaitu nangkadak. Nangkadak mewarisi sifat-sifat unggul keduanya seperti kulit yang mudah dikupas seperti cempedak dan daging buah kenyal bercita rasa manis seperti nangka mini.
Selain
itu jenis tanaman buah ini bersifat genjah, memiliki umur panen yang pendek dan
daya adaptasi yang luas dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Nangkadak
dihasilkan dari nangka mini sebagai tetua betina dengan serbuk sari cempedak
sebagai tetua jantan dan bisa dijumpai di Taman buah Mekarsari, Indonesia
www.inspirasipetani.blogspot.com
Nangkadak diperbanyak pohonnya dengan sistem sambung
susu. Induknya dipilih dari pohon yang baik dengan batang yang kuat. Yang jelas
hama penyakit tanamannya tidak banyak. Juga dengan cepatnya berproduksi yaitu
2-3 tahun plus hasil buah yang cukup tinggi . Nama Nangkadak sendiri adalah
pemberian dari Menteri Pertanian RI, Dr. Anton Apriyanto. Nangkadak berasal
dari gabungan nama Nangka dan Cempedak. Lebih lanjut Reza menjelaskan proses
pemberian nama pada buah perkawinan silang. "Buah Nangka kecil yang
menjadi betina dan Cempedak menjadi jantan, dan pemberian nama selalu menempatkan
nama induk di depan sehingga menjadi Nangkadak," ungkap Reza.
Perspektif:
Menggabungkan keunggulan
sifat-sifat dari nangka mini dan cempedak untuk menghasilkan jenis tanaman baru
yang buahnya memiliki nilai ekonomis tinggi.
Keunggulan Inovasi:
- Memiliki gabungan sifat unggul nangka
mini dan cempedak
- Karakter pohon yang kokoh dan berdaun
rindang cocok untuk penghijauan dan konservasi alam
- Menambah keanekaragaman plasma nutfah
di Indonesia
Potensi Aplikasi:
Buah nangkadak dapat
dikonsumsi sebagai buah segar maupun digunakan sebagai bahan baku olahan
seperti selai, dodol, es krim, dan manisan
Inovator
Nama : Ir.
A. F. Margianasari; Gregori G. Hambali, M.Sc.
Institusi : Taman
Buah Mekarsari
Alamat : Jl. Raya Cileungsi-Jonggol
Km.3, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat
Status Paten: Dalam
Proses Pengajuan
Kesiapan Inovasi: *
Prototype
Kerjasama Bisnis: ** Luas Peringkat Inovasi: ** Sangat Prospektif |
Penelitian Nangkadak dimulai tahun 2000 dan pertama kali
dipanen tahun 2005. Buah Nangkadak ini memang lebih cepat berbuah
dibandingkan dengan Nangka atau Cempedak. Saat berusia 2,5 tahun satu pohon
Nangkadak sudah dapat berbuah dari 30 hingga 50 buah. Nangkadak mulai
diperkenalkan ke publick bulan Juni 2011 di Tamam Buah Mekarsari, Cileungsi,
Bogor, Jawa Barat
Para tim ahli Mekarsari berharap buah Nangkadak ini cepat dipatenkan agar Indonesia tidak lagi kehilangan buah unggulan yang memakan waktu cukup lama dalam penelitiaannya. "Sayang sekali jika buah asli Indonesia kemudian dibudidayakan di negara tetangga kemudian dipatenkan dan dijual kembali di Indonesia dengan harga mahal. Meskipun saat ini nama latin dari Nangkadak belum ada, kami akan mempertahankan nama lokal Nangkadak agar ciri khas Indonesianya ada agar masyarakat internasional tahu bahwa Indonesia adalah surga bagi pecinta buah-buah tropis," pungkas Kepala Divisi Pengembangan Proyek Khusus, PT Mekar Sari, DR. Moh Reza Tirtawinata.
Sumber:
www. // twmekarsari.blogspot.com//20110/12 di postkan Jum'at 9/12/11
Para tim ahli Mekarsari berharap buah Nangkadak ini cepat dipatenkan agar Indonesia tidak lagi kehilangan buah unggulan yang memakan waktu cukup lama dalam penelitiaannya. "Sayang sekali jika buah asli Indonesia kemudian dibudidayakan di negara tetangga kemudian dipatenkan dan dijual kembali di Indonesia dengan harga mahal. Meskipun saat ini nama latin dari Nangkadak belum ada, kami akan mempertahankan nama lokal Nangkadak agar ciri khas Indonesianya ada agar masyarakat internasional tahu bahwa Indonesia adalah surga bagi pecinta buah-buah tropis," pungkas Kepala Divisi Pengembangan Proyek Khusus, PT Mekar Sari, DR. Moh Reza Tirtawinata.
Sumber:
www. // twmekarsari.blogspot.com//20110/12 di postkan Jum'at 9/12/11
http://www.bic.web.id/login/inovasi-indonesia-unggulan/679-ibu-nangka-ayah-cempedak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar