Kamis, 24 April 2014

TUGAS VIII , DAMPAK IPTEK PADA EKONOMI DAN SOSBUD


DAMPAK KEMAJUAN  IPTEK TERHADAP EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA

 

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah salah satu bukti upaya manusia untuk beradaptasi dan berevolusi. Kebutuhan primer, sekunder dan tertier terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah manusia. Seringkali pertumbuhan  ini tidak dapat diimbangi oleh alam, sehingga manusia dituntut untuk berpikir, bagaimana caranya agar dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya dengan segala sumber daya alam yang ada. Salah satu caranya yaitu dengan berpikir kreativ dan inovatif hingga menghasilkan produk dan pemikiran yang dapat diterapkan  berguna bagi kehidupannya.

Kemajuan pengetahuan dan teknologi membawa manusia pada tingkatan yang mungkin sulit untuk dibayangkan bila kita memikirkannya 100 tahun yang lalu. Contohnya penemuan transistor dan pengembangannya oleh BELL merubah arah dari perkembangan komputer dan alat  elektronik serta komunikasi dari kebutuhan tertier yang hanya dapat dipenuhi oleh sebagian orang menjadi kebutuhan primer pada jaman sekarang.

Kita bisa amati kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi dibidang komunikasi dan informasi yang pesat membawa kita menuju dunia tanpa batas, jarak sudah tidak menjadi penghilang, kecepatan informasi terus meningkat , apapun informasi yang diinginkan dapat kita temukan dengan mudah dan cepat.

Perubahan pasti akan membawa dampak bagi kehidupan, bisa positif dan bisa negative tergantung bagaimana kita memanfaatkannya dalam kehidupan. Contohnya penggunaan social media, bagi sebagian orang penggunaannya bisa menjadi alat komunikasi yang handal, bisa mempercepat pekerjaan dan bahkan bisa menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi tapi bagi sebagian lain penggunaannya berdampak negative, bisa merenggangkan hubungan social dan komunikasi dengan keluarga , teman dan lingkungan sekitar karena  sehingga menjelma menjadi orang yang apatis dan individual.

Pemenuhan kebutuhan primer contohnya ketersediaan pangan, bila kita mengandalkan cara tradisional sepertinya akan menemui kesulitan, karena keadaan sumber daya alam terus menyusut sementara jumlah penduduk selama 100 tahun terakhir mengalami “ledakan”, penemuan bioteknologi di bidang pangan bisa mengatasi hal tersebut, diantaranya panen padi yang dulunya hanya 1 tahun 2 kali bisa menjadi 4 kali, penemuan  teknologi hidroponik yang menggunakan air sebagai media tanam, penemuan berbagai varietas bibit tanaman yang tahan hama serta menghasilkan nilai produksi yang tinggi dari segi kualitas dan kuantitas. Tetapi kadang kemajuan itu menjadi salah satu sebab yang merusak keseimbangan alam, contohnya penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan hingga menyebabkan punahnya salah satu ekosistem kehidupan dan merubah ekologi alam.

Budaya  manusia sebagai makhluk sosialpun tentu akan kena dampak langsung dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebudayaan pun akan berubah mengikuti perubahan yang terjadi pada manusia sebagai subyek kebudayaan. Akan timbul budaya yang baru dan bisa jadi budaya yang lama bila dianggap tidak lagi sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia akan ditinggalkan. 

Contohnya : dalam bidang seni music dan suara penemuan pita magnetic yang dapat merekam suara pada kaset, merubah trend dari piringan hitam yang besar ke kaset. Penemuan walkman oleh Sony, merubah cara orang menikmati music menjadi portable. Bahkan penemuan IPOD membuat kita bisa menikmati music dengan perangkat yang elegan, kualitas yang oke, portable bahkan bisa digunakan sebagai penyimpanan data. Kemajuan teknologi dibidang informasi yang terus dinamis membuat manusia dibawa pada era digital dan komputerisasi,. Penyimpanan data yang semula dilakukan dengan manual dan tradisional, sekarang menjadi lebih terorganisir dengan cara digital, bahkan budaya membaca yang semula dari buku yang secara fisik menjadi e-book yang paperless.

Perubahan dan kemajuan akan membawa manusia sebagai makhluk social berhadapan dengan berbagai pilihan. Pilihan tersebut bisa membawa dampak yang positif dan negative..semua akan dikembalikan pada tiap individu bagaimana dia bisa memanfaatkan dan menyikapi kemajuan yang ada.

Kamis, 17 April 2014

TUGAS VII, ENERGI PANAS BUMI ( GEOTHERMAL)

ENERGI PANAS BUMI
(GEOTHERMAL)

Inti bumi memiliki suhu sekitar 5.500O celcius , tingginya suhu inti bumi memungkinkan suhu udara disekitar permukaan bumi tetap hangat dan suhu di bawah pwrmukaan bumi tetap konstan.. Panas yang dihasilkan oleh bumi ini dimanfaatkan sebagai energy yang dikenal dengan Energi GeoThermal.

Energy Geothermal ini relative baru penggunaannya dibandingkan dengan energy yang menggunakan bahan bakar fosil.  

Di beberapa tempat  panas yang dihasilkan dari sumber geothermal digunakan untuk memenuhi kebutuhan air panas, menghangatkan rumah kaca dan mencairkan salju jalanan ketika musim dingin tiba bahkan energy ini dimanfaatkan untuk menghangatkan gedung pada musim dingin dan mendinginkan gedung di musim panas.

Pemanfaatan panas bumi sebagai energy dapat  langsung dengan  menyalurkan uap panas melalui pipa atau menggunakan teknologi lain dengan menggunakan uap panas  menjadi pembangkit tenaga listrik.

Proses Panas Bumi Digunakan Sebagai Pembangkit Listrik

Pembangkit Listrik tenaga geothermal menggunakan sumur dengan kedalaman sampai 1.5 KM atau lebih untuk mencapai cadangan panas bumi yang sangat panas. Beberapa pembangkit listrik  ini menggunakan panas dari cadangan untuk secara langsung dialirkan guna menggerakan turbin. Yang lainnya memompa air panas bertekanan tinggi ke dalam tangki bertekanan rendah. Hal ini menyebabkan "kilatan panas" yang digunakan untuk menjalankan generator turbin. Pembangkit listrik paling baru menggunakan air panas dari tanah untuk memanaskan cairan lain, seperti isobutene, yang dipanaskan pada temperatur rendah yang lebih rendah dari air. Ketika cairan ini menguap dan mengembang, maka cairan ini akan menggerakan turbin generator.

Skema Diagram Energi Geotharmal, PERTAMINA


Sumber www. pge. Pertamina.com

Keuntungan Mengunakan Energy Panas Bumi (GeoThermal)
  • Energi geothermal adalah energy ramah lingkungan, CO2 yang hasilkan sedikitdibandingkan dengan COyang dihasilan oleh pembakaran bahan bakar yang berasal dari fosil. Sehingga tidak akan berpengaruh pada pemanasan global
  • Dengan menggunakan energy geothermal, lingkungan hutan sekitarnya dapat terjaga dengan baik, untuk menjaga keseimbangan sistem panas bumi diperlukan perlindungan hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan.
  • Energi ini pasokannya jangka panjang dalam arti tidak akan habis terbuktikehandalan pasokan (security of supply) tenaga listrik panas bumi terbukti dapat dipertahankan dalam jangka panjang (bisa lebih dari 30 tahun).
  • Energi geothermal dapat menghasilkan tenaga listrik sampai 90 % dibandingkan dengan tenaga listrik yang menggunakan bahan bakar fosil dan penggunaannya dapat mengurangi ketergantungan  pada bahan bakar fosil yang cadangannya semakin menurun
  • Energi geothermal tidak terpengaruh oleh perubahan iklim seperti energy listrik yang dibangkitkan dengan menggunakan air
  • Penyaluran energy geothermal dengan menggunakan pipa juga mengurai biaya beban transportasi.

         Penggunaan Energi GeoThermal , PERTAMINA

Sumber www. pge. Pertamina.com

Energy Geothermal di Indonesia
Indonesia mempunyai cadangan potensi panas bumi  40 % dari seluruh potensi panas dunia, tersebar di 251 lokasi pada 26 propinsi
Potensi energi panas bumi di Indonesia mencakup 40% potensi panas bumi dunia, tersebar  2999 titik di 251 lokasi pada 26 propinsi dengan total potensi energi 27.140 MW mendekati 28 GWatt atau setara 219 Milyar ekuivalen Barrel minyak.
Kapasitas terpasang saat ini 1.194 Mega Watt sampai 1.341 Megawatt  atau 4% dari seluruh potensi yang ada. Dengan fakta tersebut menjadi tantangan dan sumber energy alternative bagi Negara kita yang selama ini terlalu bergantung pada energy yang  yang dihasilkan bahan bakar fosil dan sumber energy tenaga air .

Dari data yang diambil dari tulisan Ferial di http://www.ebtke.esdm.go.id.
Dengan potensi sumber daya yang besar, didukung dengan kelebihan dan manfaat yang dimiliki, panas bumi merupakan peluang bisnis yang menjanjikan bagi para pelaku usaha mengingat pertumbuhan kebutuhan listrik  nasional yang semakin meningkat yaitu 9,2 persen per tahun, ditambah dalam program percepatan pembangunan pembangkit listrik tahap kedua dimana panas bumi ditargetkan bisa diekmbangkan hingga 4.925 MW atau setara dengan 49 persen sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres)  No. 4 Tahun 2010 dan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 01 tahun 2012 tentang Kebijakan Energi Nasional  (KEN) menargetkan pembangkit listrik tenaga panas bumi pada tahun 2025 akan mencapai 9.500 MW, belum lagi tingginya harga energi fosil di pasaran dunia sedangkan cadangan semakin menipis dan juga semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya menggunakan energi yang bersih dan ramah lingkungan.

Sumber:
1.    Anonim , www. pge. Pertamina.com, di akses Jum’at 18 April 2014.
2.   Anonim,  www.greenpeace.org, diakses Jum’at 18 april 2014
3.   Ferial, www.ebtke.esdm.go.id, tulisan dipublikasikan Senin, 18 Maret 2013, diakses Jum’at 18 April 2014.


 


Sabtu, 12 April 2014

TUGAS VI PENEMUAN SENYAWA BARU


HALOGENALKANA  PENGGANTI CFC


CFC adalah klorofluorokarbon, yaitu senyawa-senyawa yang mengandung atom karbon dengan klorin dan fluorin terikat padanya. Dua CFC yang umum adalah:
CFC-11
CCl3F
CFC-12
CCl2F2

Kegunaan CFC
CFC merupakan zat-zat yang tidak mudah terbakar dan tidak terlalu toksik. Dengan demikian zat ini memiliki banyak kegunaan.

CFC digunakan sebagai pendingin, bahan bakar untuk aerosol, untuk menghasilkan plastik busa seperti busa polistirena atau poliuretana yang memuai, dan sebagai pelarut untuk pembersih keringan dan untuk tujuan-tujuan pengeringan minyak.
CFC dapat merusak lapisan ozon. 

Penelitian yang membuktikan rusaknya lapisan ozon oleh CFC pertama kali dikemukakan oleh Molina dan Rowland (1974) dan didukung pengukuran data lapangan oleh Farman dkk(1984). Pada lapisan atmosfir yang tinggi, ikatan C-Cl akan terputus menghasilkan radikal-radikal bebas klorin. Radikal-radikal inilah yang merusak lapisan ozon diatmosfer yang melindungi bumi dari radiasi sinar matahari 

CFC juga bisa menyebabkan pemanasan global. Satu molekul CFC-11 misalnya, memiliki potensi pemanasan global sekitar 5000 kali lebih besar ketimbang sebuah molekul karbon dioksida.

Masalah pemanasan global dan  rusaknya lapisan ozon yang disebabkan oleh penggunaan CFC membuat para ilmuwan mencari alternatif penggunaan senyawa lain  yang lebih ramah lingkungan.

Zat pengganti CFC
Zat-zat yang digunakan untuk menggantikan CFC ini masih sebagian besar halogenalkana, walaupun alkana-alkana sederhana seperti butana bisa digunakan untuk beberapa tujuan (misalnya, sebagai bahan bakar aerosol).

Hidroklorofluorokarbon, HCFC

Senyawa-senyawa ini adalah senyawa-senyawa karbon yang mengandung hidrogen serta atom-atom halogen. Sebagai contoh:

HCFC-22
CHClF2

Formula ini bisa ditentukan berdasarkan angka yang terdapat pada namanya persis seperti penentua formula untuk CFC.

Senyawa-senyawa ini memiliki masa aktif yang lebih singkat di atmosfir dibanding CFC, dan banyak diantaranya yang menjadi rusak pada lapisan atmosfir bawah sehingga tidak bereaksi dengan lapisan ozon. HFC-22 hanya memiliki sekitar seperdua puluh dari pengaruh CFC biasa terhadap lapisan ozon.

Hidrofluorokarbon, HFC

Senyawa-senyawa ini adalah senyawa-senyawa yang hanya mengandung hidrogen dan fluorin yang terikat pada atom karbon. Sebagai contoh:

HFC-134a
CH2F-CF3

Karena HCFC tidak mengandung klorida, maka senyawa-senyawa ini tidak memiliki pengaruh terhadap lapisan ozon. HFC-134a saat ini banyak digunakan pada pendingin, mengembangkan plastik yang memuai dan sebagai bahan bakar dalam aerosol.

Hidrokarbon
Senyawa-senyawa ini juga tidak memiliki pengaruh terhadap lapisan ozon, tetapi memiliki sebuah kekurangan. Senyawa-senyawa ini sangat mudah terbakar dan terlibat dalam masalah-masalah lingkungan seperti pembentukan kabut fotokimia.

Sumber:
Ditulis oleh Jim Clark pada 21-10-2007 http://www.chem-is-try.org diakses pada tanggal 13 April 2014 jam 5.23 AM.


Jumat, 11 April 2014

TUGAS V - BIOTEKNOLOGI III

BIOTEKNOLOGI III


NANGKADAK TRANSGENIK LOKAL




www.twmekarsari.blogspot.com


Pada artikel sebelumnya di Bioteknologi I dan II dibahas tentang Bioteknologi, pengertian, manfaat dan dampaknya.Tidak semua produk bioteknologi itu merugikan dan produk dari luar negeri. Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, baik hewan maupun tumbuhan. Salah satu yang membanggakan adalah karya anak bangsa yang berhasil menemukan varietas baru  hasil dari buah lokal Nangka dan Campedak yang diberi nama Nangkadak dengan memanfaatkan bioteknologi, rekayasa genetika.




www.twmekarsari.blogspot.com

Nama Latin : Artocarpus heterophyllus X Artocarpus integer Nangkadak merupakan spesies baru keluarga nangka hasil persilangan nangka dengan cempedak yang dilakukan oleh tim pemuliaan dari Taman Wisata Mekarsari.
Buah nangka mini dan buah cempedak merupakan 2 jenis spesies tanaman buah yang berbeda namun sama-sama berasal dari FamiliMoraceae. Persilangan kedua spesies ini menghasilkan satu jenis tanaman buah baru yaitu nangkadak. Nangkadak mewarisi sifat-sifat unggul keduanya seperti kulit yang mudah dikupas seperti cempedak dan daging buah kenyal bercita rasa manis seperti nangka mini.

Selain itu jenis tanaman buah ini bersifat genjah, memiliki umur panen yang pendek dan daya adaptasi yang luas dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Nangkadak dihasilkan dari nangka mini sebagai tetua betina dengan serbuk sari cempedak sebagai tetua jantan dan bisa dijumpai di Taman buah Mekarsari, Indonesia


www.inspirasipetani.blogspot.com


Nangkadak  diperbanyak pohonnya dengan sistem sambung susu. Induknya dipilih dari pohon yang baik dengan batang yang kuat. Yang jelas hama penyakit tanamannya tidak banyak. Juga dengan cepatnya berproduksi yaitu 2-3 tahun plus hasil buah yang cukup tinggi . Nama Nangkadak sendiri adalah pemberian dari Menteri Pertanian RI, Dr. Anton Apriyanto. Nangkadak berasal dari gabungan nama Nangka dan Cempedak. Lebih lanjut Reza menjelaskan proses pemberian nama pada buah perkawinan silang. "Buah Nangka kecil yang menjadi betina dan Cempedak menjadi jantan, dan pemberian nama selalu menempatkan nama induk di depan sehingga menjadi Nangkadak," ungkap Reza. 


Perspektif:
Menggabungkan keunggulan sifat-sifat dari nangka mini dan cempedak untuk menghasilkan jenis tanaman baru yang buahnya memiliki nilai ekonomis tinggi.


Keunggulan Inovasi:
  • Memiliki gabungan sifat unggul nangka mini dan cempedak
  • Karakter pohon yang kokoh dan berdaun rindang cocok untuk penghijauan dan konservasi alam
  • Menambah keanekaragaman plasma nutfah di Indonesia
Potensi Aplikasi:
Buah nangkadak dapat dikonsumsi sebagai buah segar maupun digunakan sebagai bahan baku olahan seperti selai, dodol, es krim, dan manisan


 Inovator
Nama : Ir. A. F. Margianasari; Gregori G. Hambali, M.Sc.
Institusi : Taman Buah Mekarsari
Alamat : Jl. Raya Cileungsi-Jonggol Km.3, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan
Kesiapan Inovasi: * Prototype
Kerjasama Bisnis: ** Luas
Peringkat Inovasi: ** Sangat Prospektif

Penelitian Nangkadak dimulai tahun 2000 dan pertama kali dipanen tahun 2005. Buah Nangkadak ini memang lebih cepat berbuah dibandingkan dengan Nangka atau Cempedak. Saat berusia 2,5 tahun satu pohon Nangkadak sudah dapat berbuah dari 30 hingga 50 buah. Nangkadak mulai diperkenalkan ke publick bulan Juni 2011 di Tamam Buah Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat

Para tim ahli Mekarsari berharap buah Nangkadak ini cepat dipatenkan agar Indonesia tidak lagi kehilangan buah unggulan yang memakan waktu cukup lama dalam penelitiaannya. "Sayang sekali jika buah asli Indonesia kemudian dibudidayakan di negara tetangga kemudian dipatenkan dan dijual kembali di Indonesia dengan harga mahal. Meskipun saat ini nama latin dari Nangkadak belum ada, kami akan mempertahankan nama lokal Nangkadak agar ciri khas Indonesianya ada agar masyarakat internasional tahu bahwa Indonesia adalah surga bagi pecinta buah-buah tropis," pungkas Kepala Divisi Pengembangan Proyek Khusus, PT Mekar Sari, DR. Moh Reza Tirtawinata.



Sumber:

www. // twmekarsari.blogspot.com//20110/12 di postkan Jum'at 9/12/11
http://www.bic.web.id/login/inovasi-indonesia-unggulan/679-ibu-nangka-ayah-cempedak



Kamis, 10 April 2014

TUGAS V-BIOTEKNOLOGI II

BIOTEKNOLOGI II

ORGANISME TRANSGENIK

Organisme transgenik atau organisme hasil modifikasi genetik adalah produk teknologi yang dilahirkan dari teknologi DNA rekombinan atau rekayasa genetika. Sekarang ini ada beberapa organisme transgenik maupun produknya yang sudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, diantaranya:
  • Pertanian
Aplikasi teknologi dibidang pertanian berkembang pesat dengan dimungkinkannya transfer gen asing ke tanaman lain dengan bantuan bakteri Agrobacterium tumafaciens. Dengan teknologi ini telah didapatkan sifat-sifat tanaman yang diinginkan misalnya resistansi terhadap hama dan penyakit tertentu, pelambatan kematangan dll. Contohnya tomat dan tembakau transgenik. Luas pertanian tanaman transgenik di dunian dibandingkan 12 tahun yang lalu sudah menimgkat berkali-kali lipat. Di Indonesia sendiri sudah mempergunakan tanaman transgenik yaitu mengimpor kedelai transgenik, membudidayakan kapas transgenik, jagung, padi, kedelai dan kentang.Penggunaan teknologi transgenik pada bidang pertanian adalah untuk menghasilkan kwalitas produksi yang baik, dari segi jumlah melimpah dan penanganan saat tahap dan setelah masa panen. Produksi tanaman hasil transgenik melampui hasil tanaman dari revolusi hijau.
  • Peternakan
Di bidang peternakan hampir seluruh produksi telah tersentuh oleh teknologi DNA misalnya perbaikan bibit dan kualitas pakan. Penemuan vaksin untuk penyakit kuku dan mulut pada sapi, rabies pada anjing , hormon pertumbuhan untuk sapi, ayam dan babi.Teknologi transgenik yang paling menggegerkan adalah diumumkannya domba dolly sebagai hasil kloning tanggal 23 Februari 1997.
  • Perkebunan
Perkebunan sawit transgenik yang menghasilkan minyak sawit dengan kadar karoten yang tinggi sedang dalam pengembangan, Produk lainnya adalah jati transgenik yang menghasilkan kualitas serat kayu yang lebih baik. Kapas transgenik yang menghasilkan serat kain yang berwarna dan kuat serta karet transgenik yang menghasilkan lateks yang lebih baik. 
  • Kesehatan 
Di bidang kesehatan hasil rekayasa genetika mampu menghasilkan obat dengan kualitas yang lebih baik sehingga diharapkan mampu untuk menyembuhkan penyakit dimasa yang kan datang dengan lebih baik lagi, bahan-bahan untuk mendiagnosa penyakit pun sudah banyak ditemukan, vaksin-vaksin untuk berbagai macam penyakit, insulin, inferon dan beberapa hormon pertumbuhan 
  •  Lingkungan
Rekayasa genetikaberpotensi untuk diaplikasikan dalam penyelamatan keanekaragamn hayati bahkan bioremediasi lingkungan yang sudah terlanjur rusak. Berbagai strain dan bakteridapat digunakan untuk membersihkan lingkungan dan bermacam-macam faktor pencemaran contohnya detoksifikasi logam merkuri yang digunakan oleh tanaman Arabidopsis thaliana transgenik yang membawa gen bakteri tertentu yang dapat menghasilkan produk untuk mendetoksifikasi air raksa organik.
  • Industri .
Pada industri pengolahan pangan, keju dan bahan-bahan penambah cita rasa makanan , pengawet makanan, pewarna makana, pengental pangan dan sebagainya saat ini menggunakan organisme transgenik.

Permasalahan dalam Pemanfaatan Produk Teknologi DNA Rekombinan

Meskipun terlihat begitu besar memberikan manfaat dalam berbagai bidang kehidupan manusia, produk teknologi DNA rekombinan (organisme transgenik beserta produk yang dihasilkannya) telah memicu sejumlah perdebatan yang menarik sekaligus kontroversial apabila ditinjau dari berbagai sudut pandang. Kontroversi pemanfaatan produk rekayasa genetika antara lain dapat dilihat dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

Aspek sosial
1. Aspek agama
Penggunaan gen yang berasal dari babi untuk memproduksi bahan makanan dengan sendirinya akan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemeluk agama Islam. 

Demikian pula, penggunaan gen dari hewan dalam rangka meningkatkan produksi bahan makanan akan menimbulkan kekhawatiran bagi kaum vegetarian, yang mempunyai keyakinan tidak boleh mengonsumsi produk hewani
Sementara itu, kloning manusia, baik parsial (hanya organ-organ tertentu) maupun seutuhnya, apabila telah berhasil menjadi kenyataan akan mengundang kontroversi, baik dari segi agama maupun nilai-nilai moral kemanusiaan universal.

Demikian juga,  xenotransplantasi (transplantasi organ hewan ke tubuh manusia) serta kloning stem cell dari embrio manusia untuk kepentingan medis juga dapat dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap norma agama.

Aspek ekonomi

Berbagai komoditas pertanian hasil rekayasa genetika telah memberikan ancaman persaingan serius terhadap komoditas serupa yang dihasilkan secara konvensional. 

Penggunaan tebu transgenik mampu menghasilkan gula dengan derajad kemanisan jauh lebih tinggi daripada gula dari tebu atau bit biasa. Hal ini jelas menimbulkan kekhawatiran bagi masa depan pabrik-pabrik gula yang menggunakan bahan alami. 

Begitu juga, produksi minyak goreng canola dari tanaman rapeseeds transgenik dapat berpuluh kali lipat bila dibandingkan dengan produksi dari kelapa atau kelapa sawit sehingga mengancam eksistensi industri minyak goreng konvensional. 

Di bidang peternakan, enzim yang dihasilkan oleh organisme transgenik dapat memberikan kandungan protein hewani yang lebih tinggi pada pakan ternak sehingga mengancam keberadaan pabrik-pabrik tepung ikan, tepung daging, dan tepung tulang.

Aspek kesehatan

1.Potensi toksisitas bahan pangan

Dengan terjadinya transfer genetik di dalam tubuh organisme transgenik akan muncul bahan kimia baru yang berpotensi menimbulkan pengaruh toksisitas pada bahan pangan. Sebagai contoh, transfer gen tertentu dari ikan ke dalam tomat, yang tidak pernah berlangsung secara alami, berpotensi menimbulkan risiko toksisitas yang membahayakan kesehatan.

Rekayasa genetika bahan pangan dikhawatirkan dapat mengintroduksi alergen atau toksin baru yang semula tidak pernah dijumpai pada bahan pangan konvensional. Di antara kedelai transgenik, misalnya, pernah dilaporkan adanya kasus reaksi alergi yang serius. Begitu pula, pernah ditemukan kontaminan toksik dari bakteri transgenik yang digunakan untuk menghasilkan pelengkap makanan (food supplement) triptofan. 

Kemungkinan timbulnya risiko yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan terkait dengan akumulasi hasil metabolisme tanaman, hewan, atau mikroorganisme yang dapat memberikan kontribusi toksin, alergen, dan bahaya genetik lainnya di dalam pangan manusia.

Beberapa organisme transgenik telah ditarik dari peredaran karena terjadinya peningkatan kadar bahan toksik. Kentang Lenape (Amerika Serikat dan Kanada) dan kentang Magnum Bonum (Swedia) diketahui mempunyai kadar glikoalkaloid yang tinggi di dalam umbinya. Demikian pula, tanaman seleri transgenik (Amerika Serikat) yang resisten terhadap serangga ternyata memiliki kadar psoralen, suatu karsinogen, yang tinggi.

2.Potensi menimbulkan penyakit/gangguan kesehatan
WHO pada tahun 1996 menyatakan bahwa munculnya berbagai jenis bahan kimia baru, baik yang terdapat di dalam organisme transgenik maupun produknya, berpotensi menimbulkan penyakit baru atau pun menjadi faktor pemicu bagi penyakit lain. Sebagai contoh, gen aad yang terdapat di dalam kapas transgenik dapat berpindah ke bakteri penyebab kencing nanah (GO), Neisseria gonorrhoeae. Akibatnya, bakteri ini menjadi kebal terhadap antibiotik streptomisin dan spektinomisin. Padahal, selama ini hanya dua macam antibiotik itulah yang dapat mematikan bakteri tersebut. Oleh karena itu, penyakit GO dikhawatirkan tidak dapat diobati lagi dengan adanya kapas transgenik. Dianjurkan pada wanita penderita GO untuk tidak memakai pembalut dari bahan kapas transgenik.

Contoh lainnya adalah karet transgenik yang diketahui menghasilkan lateks dengan kadar protein tinggi sehingga apabila digunakan dalam pembuatan sarung tangan dan kondom, dapat diperoleh kualitas yang sangat baik. Namun, di Amerika Serikat pada tahun 1999 dilaporkan ada sekitar 20 juta penderita alergi akibat pemakaian sarung tangan dan kondom dari bahan karet transgenik.

Selain pada manusia, organisme transgenik juga diketahui dapat menimbulkan penyakit pada hewan. A. Putzai di Inggris pada tahun 1998 melaporkan bahwa tikus percobaan yang diberi pakan kentang transgenik memperlihatkan gejala kekerdilan dan imunodepresi. Fenomena yang serupa dijumpai pada ternak unggas di Indonesia, yang diberi pakan jagung pipil dan bungkil kedelai impor. Jagung dan bungkil kedelai tersebut diimpor dari negara-negara yang telah mengembangkan berbagai tanaman transgenik sehingga diduga kuat bahwa kedua tanaman tersebut merupakan tanaman transgenik.

Aspek lingkungan

1. Potensi erosi plasma nutfah
Penggunaan tembakau transgenik telah memupus kebanggaan Indonesia akan tembakau Deli yang telah ditanam sejak tahun 1864. Tidak hanya plasma nutfah tanaman, plasma nutfah hewan pun mengalami ancaman erosi serupa. Sebagai contoh, dikembangkannya tanaman transgenik yang mempunyai gen dengan efek pestisida, misalnya jagung Bt, ternyata dapat menyebabkan kematian larva spesies kupu-kupu raja (Danaus plexippus) sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan keseimbangan ekosistem akibat musnahnya plasma nutfah kupu-kupu tersebut. Hal ini terjadi karena gen resisten pestisida yang terdapat di dalam jagung Bt dapat dipindahkan kepada gulmamilkweed (Asclepia curassavica) yang berada pada jarak hingga 60 m darinya. Daun gulma ini merupakan pakan bagi larva kupu-kupu raja sehingga larva kupu-kupu raja yang memakan daun gulmamilkweed yang telah kemasukan gen resisten pestisida tersebut akan mengalami kematian. Dengan demikian, telah terjadi kematian organisme nontarget, yang cepat atau lambat dapat memberikan ancaman bagi eksistensi plasma nutfahnya.

2. Potensi pergeseran gen
Daun tanaman tomat transgenik yang resisten terhadap seranggaLepidoptera setelah 10 tahun ternyata mempunyai akar yang dapat mematikan mikroorganisme dan organisme tanah, misalnya cacing tanah. Tanaman tomat transgenik ini dikatakan telah mengalami pergeseran gen karena semula hanya mematikan Lepidopteratetapi kemudian dapat juga mematikan organisme lainnya. Pergeseran gen pada tanaman tomat transgenik semacam ini dapat mengakibatkan perubahan struktur dan tekstur tanah di areal pertanamannya.

3. Potensi pergeseran ekologi
Organisme transgenik dapat pula mengalami pergeseran ekologi. Organisme yang pada mulanya tidak tahan terhadap suhu tinggi, asam atau garam, serta tidak dapat memecah selulosa atau lignin, setelah direkayasa berubah menjadi tahan terhadap faktor-faktor lingkungan tersebut. Pergeseran ekologi organisme transgenik dapat menimbulkan gangguan lingkungan yang dikenal sebagai gangguan adaptasi. 
Tanaman transgenik dapat menghasilkan protease inhibitor di dalam sari bunga sehingga lebah madu tidak dapat membedakan bau berbagai sari bunga. Hal ini akan mengakibatkan gangguan ekosistem lebah madu di samping juga terjadi gangguan terhadap madu yang diproduksi.

4. Potensi terbentuknya barrier species
Adanya mutasi pada mikroorganisme transgenik menyebabkan terbentuknya barrier species yang memiliki kekhususan tersendiri. Salah satu akibat yang dapat ditimbulkan adalah terbentuknya superpatogenitas pada mikroorganisme.

5. Potensi mudah diserang penyakit
Tanaman transgenik di alam pada umumnya mengalami kekalahan kompetisi dengan gulma liar yang memang telah lama beradaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan yang buruk. Hal ini mengakibatkan tanaman transgenik berpotensi mudah diserang penyakit dan lebih disukai oleh serangga.
Sebagai contoh, penggunaan tanaman transgenik yang resisten terhadap herbisida akan mengakibatkan peningkatan kadar gula di dalam akar. Akibatnya, akan makin banyak cendawan dan bakteri yang datang menyerang akar tanaman tersebut. Dengan perkataan lain, terjadi peningkatan jumlah dan jenis mikroorganisme yang menyerang tanaman transgenik tahan herbisida. Jadi, tanaman transgenik tahan herbisida justru memerlukan penggunaan pestisida yang lebih banyak, yang dengan sendirinya akan menimbulkan masalah tersendiri bagi lingkungan

Sumber:

http://biomol.wordpress.com/bahan-ajar/organisme-trans/

TUGAS V-BIOTEKNOLOGI I

BIOTEKNOLOGI I


  • Pengertian Bioteknologi

BioTeknologi berasal dari kata Bio yang artinya hidup dan Teknologi Pengertian Bioteknologi adalah ilmu yang mempelajari teknologi pemanfaatan serta rekayasa organisme untuk menghasilkan produk maupun jasa baru yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Produk yang dihasilkan tersebut diharapkan mempunyai mutu lebih baik dan bernilai tinggi 
Bioteknologi mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia dan ketersediaan pangan ketika laju pertumbuhan penduduk tidak lagi seimbang dengan perkembangan sumber daya alam.

  • Bioteknologi Konvensional dan Bioteknologi Modern
Berdasarkan kerumitan dalam prosesnya Bioteknologi dibedakan menjadi 2, yaitu Bioteknologi Konvensional dan Bioteknologi modern.

Bioteknologi Konvensional sudah dikenal lama sejak beribu tahun yang lalu, penerapannya untuk menghasilkan produk yang hanya mengandalkan peran organisme sebagai pengubah bentuk maupun kandungan gizi melalui proses fermentasi. Fermentasi adalah proses pemecahan glukosa pada bahan makanan mikrofobia Contoh makanan yang dihasilkan lewat proses fermentasi : keju, yogurt, mentega, pembuatan tempe dan tahu, minuman anggur. Pada bioteknologi konvensional keterlibatan manusia adalah menyediakan dan mengkodisikan subtrat agar mikroorganisme dapat berkembang secara optimal.
Karakteristik dari Bioteknologi konvesional adalah: 
  • Jumlah produk yang dihasilkan dalam skala kecil
  • Menerapkan teknologi yang sederhana
  • Prosesnya masih sederhan dan kualitasnya belum terjamin
Bioteknologi Modern: bioteknologi modern tidak hanya melibatkan mikrofobia sebagai perubah bentuk maupunkandungan gizi makan(fermentasi). Pada bioteknologi modern dilakukan proses rekayasa terhadap susunan genetic yang dimanfaatkan.Perkembangan bioteknologi modern diawali dengan penemuan struktur DNA oleh Watson dan Crick pada tahun 1953, dan didukung dengan berkembangnya ilmu Mikrobiologi, biokimia , biologi sel dan genetika. Hal itu ditandai dengan lahirnya teknologi baru yang berpijak pada prinsip-prinsip bioteknologi, contohnya rekayasa genetika, transfer DNA, tes DNA, teknologi kloning, kultur jaringan dan lain-lain.

  •  Manfaat Bioteknologi
Manfaat Bioteknologi di Bidang Pertanian:
  • Pembuatan berbagai pangan olahan yang bernilai jual tinggi dan tahan lama
  • Berperan penting dalam merakit berbagai varietas unggul baru yang tahan hama, penyakit dan kekeringan
  • Memproduksi bibit dalam jumlah besar dan waktu cepat, mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
  • Mengatasi permasalahan keterbatasan lahan, misalnya dengan menciptakan varietas tanaman yang bisa dipanen beberapa kali dalam setahun, serta memperbaiki kwalitas dan produksi tanaman pangan tersebut.
Manfaat Bioteknologi di Bidang Medis
Di bidang medis, peran bioteknologi sangat penting. Prinsip bioteknologi digunakan dalam pembuatan vaksin, antibiotik, hormon dan teknologi pengobatan, dengan ditemukannya insulin, penicilin, vaksin
Manfaat Bioteknologi di Bidang Lingkungan
Bioteknologi berperan dalam pemecahan masalahan pencemaran lingkungan yaitu menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan seperti Biodesel, bioetanol dan biogas. Melalui teknologi bioremediasi bioteknogi berusaha mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah industri.
Manfaat Bioteknologi di Bidang Sosial
Di bidang sosial bioteknologi berperan dengan ditemukannya DNA dapat menjelaskan tentang hubungan kekerabatan dan lebih jauh lagi bila ada kecelakaan, test DNA dapat mengidentifikasi korban

  • Dampak Bioteknologi 
Lingkungan
Dampak positif penggunaan bioteknologi terhadap lingkungan di bidang pertanian dengan ditemukannya tumbuhan yang tahan terhadap serangan hama serangga / antiserangga,sehingga dapat mengurangi pencemaran akibat pemakain intektisida. Pemanfaat bioteknologi juga diterapkan di tambang untuk mengurangi pencemaran limbah. Dengan cara ini aktivitas pengolahan bahan tambang dapat ditingkatkan. Penggunaan mikroorganisme untuk memurnikan bahan-bahan tambang telah memunculkan perkembangan disiplin ilmu baru yairu biohidrometalurgi.
Dampak negatif penggunaan bioteknologi terhadap lingkungan. Penggunaan organisme hasil rekayasa dapat berdampak buruk terhadap lingkungan terutama kelestarian ekosistem. Alam mempunyai keseimbangan tersendiri, melalui mekanisme adaptasui dan seleksi alam. Kedua hal tersebut menyebabkan makhluk hidup dapat mempertahankan eksistensinya  di alam 

Kesehatan
Alergi dapat terjadi pada sebagian orang apabila mengkonsumsi makanan hasil rekayasa genetika. Alergi disebabkan oleh gen asing yang disisipkan pada produk tersebut, sehingga harus dilakukan pengujian yang lama untuk mencegahnya. Pencantuman label juga harus disertakan untuk memberikan informasi yang jelas terhadap konsumen.
Ekonomi 
Produksi tanaman dengan menggunakan bioteknologi dapat mengancam sistem pertanian yang menggunakan produksi cara konvensional. Tanaman hasil bioteknologi lambat laun akan menggantikan tanaman aslinya, bila hal itu terjadi akan menyebabkan negara-negara dunia ketiga sebagai produsen tanaman non bioteknologi merugi 
Etika 
Penyisipan suatu gen ke gen makhluk lain yang tidak sejenis dianggap melanggar hukum alam dan sulit diterima masyarakat. Bahan makanan hasil rekayasa bioteknologi yang tidak berlabel mengandung konsekuensi pada beberapa penganut agama tertentu. Penerapan hukum paten pada makhluk hidup hasil rekayasa merupakan pemberian hak pribadi atas makhluk hidup. Hal ini bertentangan banyak dengan nilai-nilai budaya yang menghargai nilai instrinsik makhluk hidup.   

Sumber: