Jumat, 09 Mei 2014

TUGAS XIV- TUGAS BEBAS

HAYAO MIYAZAKI

Sutradara Animasi Fenomena


Hayao Miyazaki dan Studio Gibli membawa sudut pandang yang berbeda dan fenomenal dalam dunia animasi.



Hayao Miyazaki, sutradara animasi yang berasal dari Jepang membuat saya semakin mencintai film-film animasi. Karya-karya beliau yang disuguhkan dengan goresan tinta yang apik,  alur cerita yang mengalir dengan runut dan mudah dimengerti serta tak lupa iringan musik yang indah membuat orang yang pertama kali menonton karyanya akan langsung jatuh cinta. Salah satu karyanya "My Neighbor Totoro" adalah awal mula saya mengagumi film-film animasi karya Hayao Miyazaki.


Hayao Miyazaki berhasil menerjemahkan dunia nyata dalam pandangan anak-anak yang murni. Pelajaran-pelajaran hidup banyak ditemui disana terutama tentang arti berjuang dan tidak pantang menyerah, bisa jadi karena beliau dilahirkan pada saat-saat yang sulit sekitar tahun 1941 dimana saat itu dunia berada pada masa perang.

Film Grave of Fireflies (1988) yang menceritakan perjuangan dua anak kakak -beradik yang bertahan hidup di masa perang berhasil menyuguhkan dampak perang yang mengerikan bagi kehidupan anak-anak lewat animasi yang indah. Pesan untuk selalu menjaga kedamaian dunia dan anti perang dapat disampaikan dengan baik dan efektif tanpa kesan menggurui...Penonton digiring untuk melihat dampak perang dari kacamata  anak-anak yang masih polos dan murni.


Yang menjadi ciri khas di setiap film animasi karya Hayao Miyazaki adalah peran utama protagonis yang selalu dimainkan oleh seorang anak perempuan. Hampir seluruh tokohnya mempunyai sifat yang pantang menyerah, ceria, ingin mengenal dunia dengan cara yang berbeda hingga tidak takut dengan perubahan dan berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Perubahan tempat tinggal,  teman,  dan lingkungan bukan hal yang mudah untuk dihadapi oleh anak-anak...perubahan selalu membawa dampak yang mungkin tidak disadari oleh orang tua..lewat film " My Neighbor Totoro" kita merasakan bagaimana perjuangan Mei dan Satsuki yang harus pindah dari kota yang hiruk pikuk ke sebuah desa kecil yang alamnya masih asli. Bagaimana mereka menghadapi semuanya tanpa kehadiran ibunya yang saat itu lagi dirawat di rumah sakit  dengan tetap ceria, menerima perubahan dengan tawa dan menghormati alam sekitarnya, meski dalam hati kecilnya mereka sangat merindukan sosok ibu yang tidak dapat tergantikan oleh siapapun. 






Bagaimana mereka bisa  menikmati pertemanan yang terjalin indah dengan Totoro, saling menjaga dan bergantung satu sama lain, meski kadang pertengkaran terjadi, tapi disana kita diajarkan untuk mencintai keluarga dan saling menyayangi. Satsuki yang berusia 10 tahun sebagai seorang kakak dituntut untuk menjaga dan melindungi adiknya Mei yang berusia 4 tahun, yang masih polos dan kadang keras kepala...Pesan yang disampaikan untuk mencintai keluarga, alam dan persahabatan dapat disampaikan dengan cara yang sederhana tanpa menghilangkan keindahan disuguhkan dengan animasi indah yang membawa impian kita pada daya khayal masa kecil yang dimiliki oleh setiap anak..

Hayao Miyazaki kadang menyisipkan makhluk - makhluk aneh  yang menjalin persahabatan ataupun mereka berperan sebagai tokoh antagonis pada karyanya dengan cara yang mencengangkan dan jauh dari kesan dipaksakan, mereka hadir dengan natural seakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan memenuhi khayalan kita sewaktu kecil tentang kehadiran teman khayalan yang bisa menjadi shelter dan teman berbincang. 

Film " Something borrow" atau " Arriety" mengajarkan kita arti persahabatan yang sesungguhnya, dengan tidak berusaha mencampuri urusan teman tetapi siap ketika diperlukan. Niat baik tidak selamanya menghasilkan keputusan yang tepat. 








Arriety, peri muda umur 12 atau 13 tahun menjalin persahabatan  dengan anak laki-laki yang sedang sakit. Kehadiran Arriety membawa kesan yang sangat meyenangkan bagi seorang anak kecil yang terpaksa harus berpisah dengan dunia hiruk pikuknya  dan tinggal bersama sang nenek yang usia dan lingkungannya berbeda dengan lingkungan tempat dia berasal. Persahabatan yang kadang membuat penonton berkhayal, terjalin natural tanpa banyak dialog, bahasa non verbal cenderung lebih dominan, dan kerapkali kita mengganggap hubungan yang terjalin adalah hubungan romantisme, Hayao Miyazaki berhasil menggiring romantisme ke sisi manusia sebagai makhluk sosial yang memerlukan orang lain dan pengakuan. Perpisahan yang terjadi dikemas denngan adegan yang sangat mengharukan diiringi alunan musik yang indah. Perpisahan yang terjadi menguatkan hati mereka untuk lebih menghargai keluarga dan apa yang dan telah dianugerahkan sama sang penguasa langit dan bumi.. 

Goresan tangan Hayao Miyazaki tak pernah luput menghadirkan kekuatan detil background. Pengaturan komposisi warna,  menggambarkan dunia anak yang penuh warna, penggambaran raut muka setiap tokohnya berhasil menangkap berbagai ekspresi anak yang tidak kaku ketika diterjemahkan pada dunia animasi.

Hayao Miyazaki sang maestro animasi mampu membuat pencinta film animasi mempunyai sudut pandang yang berbeda.Ditengah kemajuan teknologi yang menghadirkan film animasi ke layar dengan komputer, beliau masih setia dengan penggambaran film animasi leawat goresan pensil.

Disaat pencapaian tertinggi...Hayao Miyazaki pada bulan September tahun 2013 mengumumkan mengundurkan diri dari dunia animasi layar lebar, tentu hal ini sangat mengejutkan bagi penggemar film2 dari studio Gibli. walau bagaimanapun karya-karya Hayao Miyazaki membawa pencinta dunia animasi ke ruang rasa yang sulit digambarkan yaitu...semakin jatuh cinta. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar