GUNUNG TAMPOMAS
Gunung Tampomas adalah sebuah gunung berapi yang terletak di Jawa Barat, tepatnya sebelah utara kota Sumedang, dengan ketinggian 1684 meter. Secara administratif Tampomas berada di tiga kecamatan yaitu Buah Dua, Conggeang, Paseh, Cimalaka dan Tanjungkerta.Terdapat sumber air panas yang keluar di daerah sekitar kaki gunung. Gunung Tampomas termasuk dalam area Taman Wisata Alam Gunung Tampomas yang luasnya 1.250 hektar.
Kawasan hutan Gunung Tampomas termasuk dalam tipe hujan pegunungan dengan keanekaragaman flora dan fauna. Tumnuhan yang mendominasi kawasan ini adalah Rasamala, Janinten dan Jamuju.Sedangkan hewan liar yang banyak ditemui adalah babi hutan,lutung dan kancil.
Puncak Gunung Tampomas oleh penduduk sekitar disebut dengan Sangiang Taraje. Sekitar 200 meter ke arah utara dari Puncak Sangiang Taraje, terdapat makam keramat yang dikenal dengan nama Pasarean. Menurut kisah, tempat tersebut adalah petilasan dari Prabu Siliwani dan Dalam Samaji pada masa kerajaan Pajajaran Lama.
SASAKALA GUNUNG TAMPOMAS
Gunung Tampomas pada ribuan tahun yang lalu bernama Gunung Gede..kenapa sekarang berubah menjadi Tampomas..inilah ceritanya...
Pada zaman dahulu Gunung Gede berada di daerah Kerajaan Sumedang yang di pimpin oleh Pangeran Surya Atmaja.
Di sebelah utara Gunung Gede terdapat sebuah kampung yang bernama Kampung Buah Dua. Di kampung tersebut terdapat sebuah mata air yang mengeluarkan air panas, selain dipakai untuk kehidupan sehari-hari air tersebut juga berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit. Pada zaman itu masyarakat sekitarnya menyakini bila mata air tersebut kering itu adalah pertanda akan meletusnya Gunung Gede.
Pada suatu hari terjadi gempa bumi yang disertai sura gemuruh dan angin kencang, hal itu sangat yang mengejutkan masyarakat sehingga mereka panik dan berlarian ke luar rumah sambil berteriak "Lini...Lini".Di Kampung Buah Dua ada seorang kakak yang sudah banyak pengalaman, menurutnya hal yang terjadi adalah pertanda Gunung Gede akan meletus. Kemudian si kakek melihat kearah puncak Gunung Gede dan terlihat asap tebal yang mengepul keluar dengan tebalnya. Dengan bergegas, Kakek tersebut menuju ke keraton yang berada di Kota Sumedang untuk memberitahu ke Kanjeng Raja Pangeran Surya Atmaja bahwa mata air di kampung Buah Dua sudah mengering.
Mendengar laporan tersebut Kanjeng Raja Pangeran Surya Atmaja terkejut dan segera memerintahkan rakyatnya untuk bersemedi dan memohon petunjuk kepada Tuhan Yang MahaKuasa, didalam semedinya Sang Pangeran mendapat petunjuk bahwa Gunung tersebut meminta tumbal keris emas kepunyaan Kanjaeng Pangeran. Tanpa pikir panjang sang pangeran bergegas untuk mengambilnya dan dijadikan tumbal asal rakyatnya selamat.
Sang Raja dibarengi dengan rakyatnya kemudian menuju puncak gunung dan menancapkannya di tanah...Setelah itu suara gemuruh, angin kencang dan asap tebal yang keluar dari puncak gunung berhenti. Hal itu disambut suka cita oleh Sang Raja dan rakyatnya. Rakyat pun merasa bahagia memiliki pemimpin yang mau mengorbankan harta dan jiwanya demi keselamatan rakyat dan negaranya.
Sejak saat itu Kanjeng Raja mengumumkan mengganti nama Gunung Gede dengan Gunung Tampa Mas.Lama kelamaan pengucapannya menjadi Gunung Tampomas.
HIKMAH YANG DIAMBIL DARI CERITA "SASANGKALA GUNUNG TAMPOMAS"
Cerita rakyat diatas adalah sebuah mitos yang beredar dikalangan masyarakat dan diturunkan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tidak ada fakta penunjang yang membenarkan cerita rakyat tersebut.
Tetapi ada banyak kearifan yang dapat kita petik diantaranya.
- Kita sebagai manusia haruslah memelihara alam.
- Kehidupan yang dijalani selaras dengan alam, seringkali bencana yang akan menimpa manusia sudah dapat dibaca dari tanda-tanda yang diperlihatkan oleh alam.
- Semua warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk memelihara keselamatan dan kenyamanan.
- Kecepatan Informasi dapat mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan.
- Kearifan seorang pemimpin yang tidak ragu untuk bertindak akan tetapi haruslah dsertai dengan permintaan tolong kepada Sang Penguasa langit dan bumi
- Seorang Pemimpin tidak ragu untuk berkorban untuk kepentingan rakyatnya dan menempatkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan.
Sumber:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Tampomas
- http://archive69blog.blogspot.com/2010/08/sasakala-gunung-tampomas.html#.UyVYGvmSySo by Pepep Ripai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar